Hubungi Kami

Informasi lengkap anda dapat menghubungi kami melalui

email saifuddinaman@gmail.com
phone 0857 7900 817
bb --------------
 
Rekening Kami
0392 0101 8973 501 (an H SAIFUDDIN AMAN)
0014788608 (an SAIFUDDIN AMAN H)
2281317824 (an H SAIFUDDUN AMAN)
 
Visitor
Flag Counter
EFEK ZIKIR TERHADAP PENGKONDISIAN DIRI
Tanggal Posting : Jumat, 13 November 2015
Pengirim : Ust Saifuddin Aman - dibaca 679 kali

EFEK ZIKIR
TERHADAP KONDISI DIRI

من شغله ذكري عن مسألتي أعطيته أفضل ما أعطي السائلين

“Barangsiapa yang  zikir kepada-Ku menjadi kesibukannya, maka Aku akan memberinya sebaik-baik yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta” (HR. At-Tirmidzi).

Saya mendapatkan pengalaman atau pelajaran yang sangat berharga. Suatu hari datanglah seorang murid saya dan mengajak saudari sepupunya yang sudah pindah keyakinan. Kedatangannya tiada lain untuk berkonsultasi agar saudarinya itu mendapatkan pencerahan sehubungan dengan masalahnya.

Di hadapan saya, wanita saudari murid saya itu mengaku sudah pindah keyakinan. Saya hanya minta bercerita mengapa bisa terjadi, karena soal keyakinan adalah urusan hati yang tidak bisa dipaksakan. Maka berceritalah dia, bahwa pergantian keyakinan itu disebabkan permasalahan hidup yang sangat berat, sampai-sampai harus bercerai dengan suami dan mencari penghidupan untuk dirinya sendiri dan kedua anaknya. Masalahnya terlalu berat, katanya. Padahal dia sudah berkonsultasi dan minta nasihat kepada para ustadz dan kiyai. Dari para ustadz itu ia mendapatkan amalan untuk membaca Surat Al-Waqiah, shalat malam, zikir khusus, doa, dan sebagainya. Semua dijalankan dengan sungguh-sungguh, sampai semua bacaan itu hafal luar kepala dan sajadah yang menjadi tempat sujudpun berubah warnanya. Ternyata, apa yang dilakukan selama itu tidak membawa efek apa-apa dan tidak mengubah keadaannya.

Pada suatu hari, dia berkonsultasi kepada seseorang, dan kebetulan orang ini keyakiannya tidak sama dengan keyakinan yang dia anut. Dalam pertemuannya, orang ini juga membacakan mantra, semacam “Ruqiyah” dalam Islam, namum menggunakan teknih ilmiah. Kemdian ditambah dengan sesi khusus untuk membuat efek lebih dalam bagi tubuh. Dan hasilnya…. Luar biasa! Saat itu juga wanita ini merasakan sangat ringan dan beban yang selama ini dirasa berat menjadi sangat ringan.  Karena itu, dia rela berpindah keyakinan, setelah merasa tidak mendapat solusi dari ajaran agama yang dianutnya. (Catatan untuk kaum muslimin, jangan heran kalau ada kelompok-kelompok non muslim juga menyelenggarkan pemulihan jiwa dengan teknik semacam ruqiyah. Di Mesir, banyak orang-orang Islam “diruqiyah” oleh para pendeta, dan mereka merasakan faedahnya. Bisa jadi mereka meniru Islam, atau bisa jadi mereka memang punya cara sendiri atau bahkan teori ilmiah. Sebab terapi ruqiyah itu sendiri sudah ada sebelum Rasulullah diutus).

Mengapa zikir tidak memberikan efek? Karena kita lalai sebagaimana yang difirmankan Allah: Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,  (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya (Al-Ma’un: 4-5). Shalat adalah zikir yang paling top.

Lalai itulah penyebabnya. Saat berzikir kita hanya melibatkan satu sisi potensi kita, yaitu cuma memperhatikan ucapan lisan saja dan gerakan fisik atau sisi lahiriah saja, sementara sisi-sisi yang lain dilalaikan. Maka agar zikir kita bisa memberikan efek nyata pada diri, dan orang yang berzikir juga bisa memberikan efeknya kepada orang lain, kita perlu menerapkan 3 prinsip penting berikut ini, yaitu:

  1. Pikirkan.  Anda harus tahu apa yang ingin Anda capai, maka pikirkan dan arahkan pikiran Anda ke sana. Semakian besar yang Anda pikirkan, akan semakin cepat Anda bisa sampai di sana. Semakin fokus dan terarah pikiran Anda, akan semakin mudah meraihnya.
  2. 2.Yakinlah. Anda harus yakin bahwa yang Anda pikirkan itu benar-benar bisa dicapai. Anda harus yakin mampu dan bisa mendapatkannya, karena Allah tergantung pada keyakinan Anda. Semakin Anda yakin, maka akan semakin besar kepastiannya.
  3. 3.Visualisasikan dan rasakan. Apa yang Anda pikirkan dan apa yang Anda yakini, saat ini juga ciptakan gambarannya dan ciptakan rasanya ada dalam tubuh Anda. Resapi bahwa Anda sedang mersakan apa yang Anda pikirkan dan apa yang Anda yakini.


Sambil menerapkan 3 prinsip tersebut, bacalah selalu zikirnya, lisan tetap basah mengucapkan zikir.

Dan Sekarang, mari kita berlatih menerapkan 3 prinsip tersebut. Lakukan terus dan berulang-ulang. Sudah dipastikan dalam latihan ini, masing-masing orang akan berbeda-beda kecepatannya dalam menerima atau merasakan efeknya. Ada yang sangat cepat, ada yang cukup cepat, dan ada yang cukup lama (beberapa menit). Hal ini tergantung pada tingkat “sugestibiltas” masing-masing orang. “Sugestibilitas” yaitu kesediaan untuk menerima anjuran, perintah yang diberikan atau kesiapan fisik berselaras dengan ucapan/zikir.

Mari kita lakukan tes sugestibiltas kita. Sugestibilitas ini saya sampaikan kepada bapak dan ibu untuk mengetes, sampai di mana sugestibiltas bapak/ibu, sekaligus mengetes apakah bapak dan ibu memahami apa yang saya sampaikan atau tidak, apakah bapak dan ibu mendengarkan apa yang saya katakan atau tidak, apakan bapak dan ibu mengikuti apa yang saya katakan atau tidak, apakah bapak dan ibu bisa menerima apa yang saya inginkan atau tidak.

Baik. Sekarang semuanya saya minta untuk menggenggam kedua tangannya dan membiarkan kedua telunjuk jari terbuka. Angkat tangan ke depan lurus sejajar dengan wajah dan perhatikan kedua jari telunjuk Anda. Arahkan pandangan mata Anda tepat di kedua ujung jari Anda. Rasakan bahwa satu jari Anda dengan yang lain saling meranik! Rasakan bahwa satu jari Anda dengan yang lain saling meranik! Rasakan bahwa satu jari Anda dengan yang lain saling meranik ! Ya rasakan! Kini jari-jari Anda saling menarik dan tarikannya semakin kuat dan semakin kuat. Jari Anda kini menempel sangat lengket. Saya akan tambahkan energi ke jari Anda sehingga menambahnya semakin sangat lengket, sehingga Anda tidak bisa membukanya, semakin Anda mencobanya akan semakin kuat daya lekatnya.

Anda yang bisa merasakan tes ini, berarti Anda adalah orang yang sebenarnya sangat cepat bisa merasakan efek dari zikir yang Anda baca. Anda bisa berzikir kepada Allah dengan cara yang sangat efisien, dan zikir Anda akan menjadi energi dahsyat. Yang belum bisa, Anda harus latihan secara terus-menerus dan berulang-ulang. Ketika Anda belum bisa merasakan atau belum bisa menerapkan 3 prinsip tersebut, bukan berarti zikir Anda tidak bermanfaat. Zikir adalah ibadah, maka pahalanya pasti akan diberikan oleh Allah.

Ikuti

Pelatihan Membangkitkan Bashirah


Bersama H. Saifuddin Aman

Taman Asri Blok M-14 Cipadu Larangan Tangerang

HP. 08567900817

 

Kajian terkait

Halaman 1


 
Copyright © 2015 saifuddinaman.com All Rights Reserved
Web Development by YOGYAweb