Hubungi Kami

Informasi lengkap anda dapat menghubungi kami melalui

email saifuddinaman@gmail.com
phone 0857 7900 817
bb --------------
 
Rekening Kami
0392 0101 8973 501 (an H SAIFUDDIN AMAN)
0014788608 (an SAIFUDDIN AMAN H)
2281317824 (an H SAIFUDDUN AMAN)
 
Visitor
Flag Counter
Kekuatan Kehendak
Tanggal Posting : Selasa, 05 Januari 2016
Pengirim : Ust Saifuddin - dibaca 690 kali

Kekuatan kehendak  dimaksud adalah “Kesenangan yang sangat”. Kesenangan yang sangat ini berubah menjadi perasaan yang kuat tersimpan di dalam jiwa.
Kekuatan inilah yang menjadi sebab terbangunnya:
1.  Ilmu Magnetisme
2.  Ilmu Kebatinan.
3.  Ilmu Spiritualitas

Syaratnya:

  1. Anda harus menjadi tuan pada diri Anda sendiri. Anda harus menjadi pemegang kendali diri, berkuasa atas diri sendiri. Jika Anda punya kemampuan menguasai diri sendiri, maka Anda bisa menguasai orang lain. Contohnya adalah Rasululllah Saw, beliau bisa mengarahkan dan membuat orang lain mengikuti langkah-langkahnya. Di sini Anda harus memaksimalkan peran akal. Seperti ahli falsafat mengatakan: “Bila Anda hendak menguasai alam, buatlah akal Anda menguasai tindakan Anda.”
  2. Anda harus punya azam (kehendak yang kuat), tidak boleh ada keraguan sedikitpun, karena keraguan dan lemahnya azam menjadi penghambat dan blokade yang paling besar. Maka Nabi-nabi yang luar bisa azamnya itu mendapat gelar kehormatan “Ulul Azmi” dari Allah, yaitu Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad alaihimus salam. Menurut Al-Qurthubi dari Ibnu Abbas, semua rasul, mereka adalah Ulul Azmi. Orang yang lemah azamnya seperti bulu yang mudah tertiup angin.
  3. Anda harus bersedia untuk terus berlatih dengan serius, mau belajar dari sejarah/orang lain, dan bisa menciptakan rasa senang yang kuat terhadap yang Anda kehendaki.

Sebagaimana disebutkan di atas, kehendak adalah kesenangan yang sangat tinggi, di mana untuk mewujudkannya seseorang akan menempuh dengan segala daya. Namun harus disadari juga, bahwa jiwa manusia kadang tidak bisa konsisten. Kadang ada penghalang atau ada blokade mental, berupa:

  1. Kehabisan atau kehilangan energi. Maka orang harus menyerap energi dari berbagai sumber. Dalam hal ini kita bisa pakai Ajian dan Kesaktian.
  2. Kehilangan arah. Di sini kita bisa bertanya, bekerja sama, bersahabat, dan minta nasihat.
  3. Kegelapan, tidak tahu harus ke mana tidak tahu harus ke mana melangkah. Dalam keadaan seperti ini yang diperlukan adalah mencari cahaya terang, maka mendekatlah kepada Allah Swt.

Khusus untuk bisa mempengaruhi orang kita bisa menggunakan:
1.  Sugesti.
2.  Magnetisme.
3.  Pancaran cahaya.

Di sini penulis menguraikan sedikit tentang sugesti, sedangkan magnetisme dan pancaran cahaya Anda bisa baca kembali di bab terdahulu.
Sugesti bisa disebut Sihir, karena dia bisa membuat orang tidak banyak memikirkan yang lain dan langsung mengiyakan apa yang dikatakan oleh pemberi sugesti.  Rasulullah Saw bersabda:

اِنَّ مِنَ الْبَيَانِ لَسِحْرًا وَمِنَ الشِّعْرِ حِكْمَا

Sesungguhnya sebagian dari “bayan” adalah sihir dan sebagian dari syair merupakan hikmah.

Bayan disebut sihir. Bayan adalah kata-kata yang mampu pempengaruhi seseorang, maka disamakan dengan sihir.  Berarti sugesti haram dong hukumnya? Siapa bilang… Nabi itu sendiri dengan sugestinya mampu menyihir umat Islam untuk menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Saking besar pengaruh apa yang dikatakan oleh beliau, sampai penduduk Arab berbondong-bondong masuk Islam, sehingga kaum kafir menuduhnya sebagi tukang sihir. Namun Allah yang menjawab bahwa Muhammad bukanlah penyihir, karena yang dikatakan adalah realita, bukan tipuan. Para muballigh dan juru dakwah menyihir jamaahnya dengan kata-kata yang membangkitkan. Sihir yang diharamkan ialah sihir yang bersifat menipu atau membohongi tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Sihir yang diharamkan adalah perbuatan mencelakai orang lain dengan melibatkan bantuan jin atau setan, dan dilakukan dengan melanggar syariat.

Kehendak yang kuat merupakan janji dan komitmen pada diri sendiri untuk mengejar dan memenuhi harapannya. Janji dan komitmen itu terus diperjuangkan dan tidak pernah berubah. Orang-orang yang punya kehendak kuat, dipuji Allah dan pasti mampu menyelesaikan masalah dan mampu mencapai harapan, walaupun kadang harus menunggu. Allah memberikan gambaran kepada kita tentang orang-orang yang punya kehendak kuat itu dalam firman-Nya:

مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُم مَّن قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُم مَّن يَنتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا ﴿الأحزاب: ٢٣﴾

Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya).

Kehendak yang kuat, membangkitkan semangat untuk terus berjuang hingga datang keputusan Allah memberikan kemenangan, atau mengantarkan diri pada kemuliaan.

Dapatkan kajian dan amalan lengkapnya dari buku DAHSYATNYA ENERGI SAHALAT DAN KEKUATAN GAIB MANUSIA (karya Saifuddin Aman). Anda juga bisa mengikuti pelatihan BASHIRAH TEKNOLOGI PEMBEDAYAAN DIRI (lihat keterangan di MENU Pelatihan web ini)

Kajian terkait

Halaman 1


 
Copyright © 2015 saifuddinaman.com All Rights Reserved
Web Development by YOGYAweb