Hubungi Kami

Informasi lengkap anda dapat menghubungi kami melalui

email saifuddinaman@gmail.com
phone 0857 7900 817
bb --------------
 
Rekening Kami
0392 0101 8973 501 (an H SAIFUDDIN AMAN)
0014788608 (an SAIFUDDIN AMAN H)
2281317824 (an H SAIFUDDUN AMAN)
 
Visitor
Flag Counter
SARASEHAN ZIKIR UNTUK KEHIDUPAN
Tanggal Posting : Selasa, 17 November 2015
Pengirim : H Saifuddin Aman - dibaca 724 kali

“SARASEHAN ZIKIR UNTUK KEHIDUPAN”


Pendahuluan
Bismillahrrahmanirrahim. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang Maha Pengasih dan maha Penyayang. Shalawat dan salam untuk baginda Rasulullah Saw, keluarganya dan sahabatnya semua. Waba’d.

Sungguh Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi kepada manusia. Allah telah menjadikan manusia sebagai pengelola (khalifah) yang bertugas untuk memakmurkan kehidupan di muka bumi. Allah ingin menyempurnakan nikmat-Nya secara lahir dan batin, agar manusia merasakan indahnya kehidupan. Allah ingin agar manusia hidup damai, kaya berlimpah, sukses terbebas dari masalah, bahagia terhindar dari rasa takut dan gelisah, sehat wal afiat bebas dari stres dan penyakit.
Untuk itu, maka Allah berikan petunjuk-Nya, yaitu ZIKIR. Tidak diragukan ZIKIR adalah pokok dari semua ibadah. Semua perintah dan larangan Allah bermuara kepada Zikir.  Imam Al-Qusyairi berkata: “Zikir adalah pancaran kewalian, tower pemancar sinyal harapan, realisasi kehendak, tanda kebenaran di permulaan, petunjuk jalan menuju puncak tujuan. Tidak ada sesuatu yang lebih dahsyat  sesudah zikir. Semua perkara yang terpuji kembali kepada zikir dan semua kebaikan muncul dari zikir.”

Dasar Pemikiran
Semua ibadah ada uzurnya, kecuali zikir. Dalam kondisi apapun zikir harus dijalankan. Disebutkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, di antarnya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا ﴿الأحزاب: ٤١﴾

Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah dengan menyebut nama Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya (Al-Ahzab: 41)

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ ﴿طه: ١٢٤﴾

Dan barangsiapa berpaling dari berzikir kepada-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta (Thaha: 124)


عن عبد اللهِ بنِ بُسْرٍ رضي الله عنه أنّ رجُلًا قال: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ شَرَائِعَ الإِسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ، فَأَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ. قَالَ: لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ الله

Dari Abdullah bin Busr ra bahwa seorang bertanya kepada Rasulullah: “Ya Rasul, sesungguhnya syariat Islam telah banyak bagi saya, maka beritahu saya satu amalan yang dengan amalan itu saya bisa mempertahankan keislaman?” Rasulullah Saw menjawab: “Terus-menerus lisanmu basah dengan zikir kepada Allah” (HR. At-Tirmidzi).

Betapa banyaknya dalil (ayat dan hadis) tentang pentingnya Zikir. Dan kita sangat menyadari kegunaannya, maka kita banyak berzikir. Namun dalam kenyataannya, ZIKIR yang kita lakukan itu tidak sepenuhnya berdaya. Dalam realitas, kadang kita tidak merasakan efek apa-apa dari zikir kita. Kita menyaksikan banyak orang yang berzikir tetapi hidupnya dirundung kepedihan. Banyak orang yang nampak secara lahir lisannya berzikir, tetapi tidak masuk ke dalam batinnya, maka tidak ada kenikmatan yang didapat, tidak ada efek positif yang dirasa, dan zikir tidak membawa perubahan diri. Di sisi lain, banyak orang yang lalai tidak berzikir karena berbagai hal, sehingga dinyatakan oleh Allah sebagai orang-orang yang merugi.

Mengapa demikian....?
Inilah yang menjadi dasar pemikiran kita. Kalau Allah Swt sudah menyatakan bahwa ZIKIR sebagai petunjuk jalan sukses, Zikir menjadi jalan menuju keberuntungan, Zikir menjadi wasilah penyelesaian hidup, zikir menjadi penenang, sikir menjadi obat, lalu kenapa ZIKIR kita tidak berdaya?  Maka selayaknya kita menyadari dan mau mengevaluasi. Bisa jadi Zikirnya secara syariat sudah benar, tetapi sangat mungkin dalam ZIKIR itu ada sesuatu yang kurang pas sehingga tidak menjadi energi. Karena itu, maka kita perlu adakan reformasi atau revolusi cara ZIKIR.

Tujuan Sarasehan
Tujuan utama adalah: Allah dan Ridha-Nya.
Untuk itu, maka Zikir kita jadikan sebagai wasilah atau jalan hidup sukses menuju Allah dan ridha-Nya.
Allah dan Rasulullah hanya memberitahu bahwa Zikir itu harus dilakukan dengan khusyuk. Tetapi yang khusuk itu bagaimana, rasanya kita belum mendapatkan penjelasan secara rinci. Inilah wilayah kaifiyah, wilayah ijtihad atau wilayah kreasi kita.
Merujuk pada Dasar Pemikiran di atas, kiranya sangat penting dan perlu kita adakan kajian dan kita terapkan Zikir dengan teknologi khusus, agar Zikir benar-benar menjadi energi yang bisa dipergunakan untuk menyelesaikan masalah dan menarik kebaikan hidup, tentunya juga pahala di akhirat.

ZIKIR dengan teknologi khusus ini sudah terbukti dapat membantu menyelesaikan masalah-masalah kehidupan, menarik kebaikan dan meraih harapan, baik untuk diri sendiri maupun untuk membantu orang lain. Zikir bisa menjadi obat penyakit apa saja dan tidak berbiaya. Bayangkan, di era modern ini banyak orang yang mudah terkena penyakit, mudah pusing dan stres, dan lucunya itu bisa sembuh kalau dibawa shopping. Coba berapa biaya yang dikeluarkan untuk menghilangkan pusing dengan shopping? Mengingat daya dan manfaat Zikir dengan cara khusus yang luar biasa, maka perlu dikembangkan dan disebarkan kepada umat. Kalau bisa dilembagakan dalam sebuah majlis yang rutin dan berkesinambungan.

Tema Sarasehan
Tema Sarasehan adalah: ZIKIR UNTUK KEHIDUPAN
Substansi dan makna tema ini menjangkau semua sendi kehidupan, dimana setiap kita pasti punya kewajiban, punya harapan, punya masalah dan keinginan, maka ZIKIR menjadi wasilah untuk semuanya. Setiap orang, apapun latar belakangnya dan di manapun posisinya, dia dapat berwasilah dengan zikir untuk kebaikan dirinya.

Waktu Pelaksanaan
Kegiatan Sarasehan dilaksanakan pada:
Hari       : Minggu
Tanggal  : 29 November 2015
Pukul     : 09.00 WIB - selesai
Tempat  : Masjid Jami’ Al-Ihsan Jl. Kerinci X No. 8 Kebayoran Baru Jakarta Selatan

Jeni Kegiatan:

Acara Bagian 1:
1. Pembukaan.
2. Kata Pengantar Master Bashirah: H. Saifuddin Aman
3. Testimoni:

  • H. Karman Karim, SH (Pengusaha Nasional)
  • Ir. H. Agus S. Subrata, MBA (Dirut BUMN).
  • Dr. H. Makmur Syafei (Dokter Bedah RSPAD).
  • Abdul Latif, SE, MM (Prkatisi Pendidikan & Spiriutal Coach)

4. Ceramah dan Doa: KH. Muhammad Rusli Amin, MA
5. Ramah Tamah

Acara Bagian 2:
•Sharing Pengalaman dan Pelatihan Memberdayakan Energi Zikir
•Diskusi Menggagas Pertemuan Rutin.
•Dll.

Peserta Sarasehan
Kegiatan Sarasehan insya Allah dihadiri antara 50 sampai 100 orang berasal dari:
1. Undangan Khusus (alumni peserta pelatihan).
2. Pembaca Buku-buku karya Saifuddin Aman.
3. Undangan Jamaah Majlis Taklim.
4. Perorangan.

Penutup
Kegiatan ini dimaksudkan untuk menjalin silaturrahmi sekaligus menjadi ajang dakwah peningkatan kualitas keberagamaan umat Islam. Kegiatan ini juga dirancang atas dorongan dan keinginan banyak pihak yang ingin bisa mengkondisikan diri dalam berzikir sehingga bisa merasakan efek dan manfaatnya untuk urusan dunia dan akhirat. Semoga Allah meridhai segala niat baik kita semua.
Kepada Saudara dan Saudari dimohon dengan sangat atas peran sertanya. Silakan kontak dan konfirmasi langsung kepada:
•Bapak H. Saifuddin Aman Telp. 0856 7900 817 – 0812 8331 3589
•Bapak Ust. H. Musyaffa’ Ahmad Telp. 0818 0677 5980
•Masjid Jami’ Al-Ihsan Telp. 021 7244630

Jakarta,November 2015
Hormat kami:

Ust. H. Saifuddin Aman

Kajian terkait

Halaman 1


 
Copyright © 2015 saifuddinaman.com All Rights Reserved
Web Development by YOGYAweb