Hubungi Kami

Informasi lengkap anda dapat menghubungi kami melalui

email saifuddinaman@gmail.com
phone 0857 7900 817
bb --------------
 
Rekening Kami
0392 0101 8973 501 (an H SAIFUDDIN AMAN)
0014788608 (an SAIFUDDIN AMAN H)
2281317824 (an H SAIFUDDUN AMAN)
 
Visitor
Flag Counter
Sukses Itu Sebab Harmonisasi
Tanggal Posting : Sabtu, 12 Desember 2015
Pengirim : Saifuddin Aman - dibaca 509 kali

SUKSES ITU SEBAB HARMONISASI

Keberhasilan seseorang bermula dari hubungan yang baik dengan fihak-fihak lain di luar dirinya. Hubungan yang baik akan menghadirkan harmonisasi. Harmonisasi berarti selaras dalam satu frekuensi, satu gelombang,  satu getaran dan satu pancaran, sehingga bisa terhubung melintas batas tidak terhalang oleh jarak dan waktu, juga tidak terhalang oleh sekat dan ruang.

Anda semua adalah Pengusaha. Coba Anda reungkan! Tidakkah bekerja, berbisnis, menjual jasa, menolong, beribadah, mendirikan shalat, membayarkan zakat, bersedakah, berpuasa, berhaji, berzikir,  berdoa dan berbagai aktivitas lainnya, adalah usaha untuk mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan dunia dan akhirat? Karena itulah, apapun yang Anda lakukan, dan profesi apapun yang Anda tekuni, semuanya adalah usaha. Selagi Anda masih hidup, Anda adalah pengusaha. Maka jadilah Anda Pengusaha yang sukses dan bahagia.

Jika dalam hidup ini Anda mencari ridha Allah dan mengumpulkan bekal untuk bertemu Allah - dengan melakukan ibadah dan amal shelah, maka sesungguhnya Anda adalah pengusaha. Jika Anda berzikir dan berdoa untuk mencapai harapan, maka Anda adalah pengusaha. Jika Anda berzikir untuk mendapatkan ketenangan, untuk menghindarkan keburukan, atau menyelesaikan masalah kehidupan, maka sesungguhnya Anda adalah pengusaha. Dan ketahuilah bahwa pengusaha yang sukses dan berhasil adalah pengusaha yang pandai membangun hubungan harmonis dengan para pemangku kepentingan.

Untuk sukses menjadi pengusaha seperti tersebut di atas, yakni menjadi orang yang bisa menarik kebaikan, bisa mencapai harapan/tujuan, dan menghindari keburukan, Anda harus membangun “Harmonisasi.” Untuk membangun harmonisasi, Anda harus:
a.Menyelaraskan diri dengan Allah.
b.Menyelaraskan diri dengan semesta alam ciptaan Allah.
c.Memantaskan diri  dengan kebaikan yang Anda inginkan.

Anda harus berselaras dalam frekuensi, berselaras dalam arus gelombang,  berselaras dalam getaran dan berselaras dalam pancaran, sehingga bisa terhubung melintas batas tak terhalang dinding, jarak, ruang dan waktu.  Harmonisasi atau Penyelarasan diri tahapannya adalah sbb:

1. Membersihkan diri.
Sebelum melakukan hubungan dengan fihak lain, dengan Tuhan atau dengan semesta alam, maka bersihkan diri Anda lebih dahulu. Jernihkan akal dari berpikir negatif, dari sakwa sangka dan dari ragu-ragu. Bersihkan jiwa dari kekumuhan. Bebaskan ruh dari syahwat jasmani. Turunkah frekuensi kemarahan dan frekuensi kebencian sehingga menjadi ikhlas dan tawakkal. Diri yang bersih akan sangat mudah untuk berselaras dan menyambung koneksi kepada Allah. Allah Maha Bersih dan menyukai orang-orang yang membersihkan diri. Semesta alam sangat senang besahabat dengan orang-orang yang bersih. Semesta alam akan menyambut permintaan orang-orang yang bersih. Maka banyak-banyaklah mengucakan Istighfar sebagai berikut:

اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ

Astaghfirullahal azhiim.

2.Membaca Shalawat untuk baginda Nabi Muhammad Saw.
Kita tahu bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Kita ingin bisa sampai kepada Allah, dan kita ingin bisa memperoleh karunia Allah yang ada di semesta alam. Untuk bisa sampai kepada Allah, kita harus berselaras dengan Allah. Untuk bisa mendapatkan kebaikan semesta alam, kita perlu berselaras dengan semesta alam. Berselaras dengan Allah dan berselaras dengan semesta alam wasilahnya adalah mencintai Rasulullah, karena siapa yang ingin sampai kepada Allah maka ikuti dan cinta Rasulullah, siapa yang ingin berselaras dengan semesta alam maka dapatkan cahaya Rasulullah. Allah berfirman: “Hai Nabi sesungguhnya kami mengutusmu untuk menjadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk menjadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi” (QS. Al-Ahzab: 45-46).

Nabi Muhammad Saw diutus untuk menjadi cahaya semesta alam dan menjadi penghubung manusia dengan Allah. Makhluk semesta bisa berhubungan harmonis dengan Allah sebab adanya cahaya Rasulullah. Karena itu, untuk mendapatkan cahaya Rasul, umat harus menyintai Rasulullah. Bukti cinta Rasul adalah membaca shalawat untuknya. Doa dan harapan akan tetap menggantung tidak sampai kepada Allah kalau belum membaca shalawat untuk Rasulullah. Maka bacalah shalawat sebanyak-banyaknya. Bacaan shalawat yang paling ringan adalah:

اللهم صل على محمد وعلى ال محمد

Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali  uhammad.


3.Membangun hubungan yang indah dengan Tuhan dan membangun hubungan yang baik dengan semesta alam (seluruh ciptaan Allah, yang nyata dan yang tersembunyi, yang sudah kita lihat dan yang belum kita lihat). Caranya dengan banyak mengucapkan Baqiyat Shalihat:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلَااِلَهَ اِلَّااللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ

Subhaanallaah, walhamdu lillaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar.

Jelasnya, bahwa sukses itu dimulai dengan penyelarasan diri. Dan katahuilah bahwa Istifgfar, Shalawat Nabi dan Baqiyat Shalihat tersebut di atas merupakan program mental spiritual supaya diri kita bisa harmoni dan berselaras dengan Allah Yang Maha Kuasa dan berselaras dengan semua milik Allah (semesta alam), sehingga kita bisa dengan cepat mengakses atau menarik semua yang kita harapkan.

Keharmonisan dengan Allah adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi bagi manusia, dan aksi nyatanya adalah kewajiban beribadah. Keharmonisan dengan semua makhluk atau dengan semesta alam adalah perintah Allah yang disebut ihsan, dan aksi nyatanya adalah menciptakan kebaikan, berbuat baik dan mengirimkan kebaikan kepada semesta alam. Allah berfirman:

وَأَنفِقُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ تُلْقُواْ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوَاْ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ ﴿١٩٥﴾

Dan berinfaklah di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik (QS. Al-Baqarah: 195)

Berinfak yaitu memberikan kebaikan kepada fihak lain, kepada sesama dan kepada semesta alam. Janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, maksudnya adalah pelit. Jangan pelit memberi kebaikan kepada semesta alam. Banyak-banyak membuat kebaikan dan memberi  kebaikan kepada semesta alam, karena Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Berselaras atau membangun harmonisasi sama artinya memperbaiki diri, menyiapkan diri untuk pantas menerima kebaikan. Harmonisasi berarti berselaras menyamakan getaran, menyamakan gelombang, menyamakan frekuensi dan membuat jejaring hubungan yang berkualitas. Ketika Harmoni dan keselarasan sudah tercipta, yang berarti sudah terbangun sambungan dan daya tarik yang kuat, maka di saat kita menginginkan sesuatu, kita tinggal menyebutkannya. Sebutkan keinginan Anda di atas bangunan keselarasan dengan kehendak yang kuat.

Praktik kongkritnya untuk membangun keselarasan sangat mudah. Silakan baca kalimat ini berulang-ulang:

 

Astaghfirullaah al-azhiim. Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa alaa aali muhammad. Subhaanallaah, walhamdu lillaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar.

Kalimat pertama disebut Istighfar. Fungsi dan rahasinya banyak sekali. Setidaknya, sebagaimana informasi Al-Qur’an dan penjelasan Al-Hadis, istighfar pembersih jiwa, mendekatkan kepada Allah, mendatangkan harapan, dan sebagainya.

Kalimat kedua disebut Shalawat. Fadhilah dan rahasinya banyak sekali. Allah dan para malaikat juga ber-Shalawat kepada Rasulullah.

Kalimat ketiga disebut Baqiyat Shalihat. Di situ ada Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir dan sekaligus juga menjadi doa. Kalimat inilah yang diucapkan oleh semua makhluk dalam beribadah kepada Allah. Artinya semesta alam dan seluruh makhluk Allah, termasuk manusia, beribadah kepada Allah dengan mengucapkan kalimat tersebut. Kalimat ini adalah inti ibadah.

Semua Ibadah intinya adalah kalimat “Subhaanallaah, walhamdu lillaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar.”Yang membedakan ibadah manusia dengan makhluk lain adalah bahwa ibadah manusia ada gerakan dan rangkaiannya. Jika makhluk lain hanya mengucapkan kalimat tersebut, maka manusia mengucapkan kalimat tersebut di dalam sebuah rangkaian ibadah yang ada tatacaranya lebih lengkap dan sempurna, misalnya dalam  shalat yang di sana ada gerakan dan ada aturannya. Dan kita harus ketahui, bahwa shalat itu intinya adalah bacaan Subhaanallaah, walhamdu lillaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar.

Mengapa ibadah manusia berbeda dengan ibadahnya semesta alam? Karena manusia adalah makhluk istimewa. Manusia adalah makhluk yang diutamakan Allah melebihi seluruh makhluk lain, termasuk para malaikat, maka ibadahnya juga harus beda.

Setelah mengucapkan kalimat-kalimat penyelaras diri dengan Allah dan semesta alam, maka baru Anda menyampaikan keinginan apa yang dituju. Sampaikan keinginan itu dengan penuh kesungguhan. Terapkan asas berikut ini:

1.Pikirkan apa sesungguhnya yang sedang Anda ingin wujudkan. Pikiran Anda harus sudah jelas terhadap apa yang sedang Anda inginkan. Kalau uang, harus jelas berapa juta. Kalau barang harus jelas seperti apa, mobil, rumah dan sebagainya.
2.Yakinkan bahwa sesuatu yang Anda pikirkan berupa apa saja itu benar-benar diwujudkan Allah, karena Allah tergantung pada keyakinan Anda. Jangan sedikitpun Anda punya keraguan. Jangan ragu kepada Allah dan jangan ragu pada diri sendiri.
3.Munculkan perasaan bahwa sesuatu yang Anda inginkan itu benar-benar sangat Anda senangi dan sangat besar artinya bagi Anda. Visialisasikan dan imajinasikan jelas bahwa sesuatu yang Anda inginkan itu seakan Anda sudah merasakannya. Rasulullah Saw bersabda:
Jika salah satu dari Anda berdoa, maka besarkan kesenangan, karena tidak ada sesuatu yang melebihi keagungan Allah.
4.Sebutlah secara berulang-ulang sesuatu yang Anda kehendaki itu. Rasulullah Saw bersabda:

صِلُوا الَّذِىْ بَيْنَكَ وَبَيْنَ اللهِ بِكَثْرَةِ ذِكْرِكُمْ لَهُ

Sambungkan antara apa yang ada di antara Anda dan Allah dengan banyak menyebutnya. (Maksudhnya di antara Anda dan Allah adalah apa yang menjdi keinginan Anda).

Sesungguhnya, membangun keselarasan dengan semesta alam itu secara automatis akan terjadi manakala kita benar-benar bisa membangun keharmonisan dengan Allah.Keharmonisan dengan Allah hanya bisa dibangun dengan hati yang benar-benar cinta kepada Allah. Dari cinta akan muncul kerinduan, dan dari kerinduan akan muncul rasa bahwa Allah ada bersamanya, dari rasa akan muncul imajinasi seakan melihat Allah (musyahadah). Ibnu Athaillah As-Sakandari berkata dalam Al-Hikam: Anda akan sibuk menyertai semesta alam (terus mengejar dunia) jika Anda belum melihat siapa yang menciptakan semesta. Tetapi jika Anda sudah melihat siapa Pencipta semesta alam, maka semesta alam akan menyertai Anda (Anda dikejer dunia).

Kita akan bisa mendapatkan kebaikan semesta alam dan memanfaatkan semesata alam, atau bahkan semesta alam yang datang kepada kita, manalaka kita bisa membangun hubungan yang harmonis dengan Allah. Keharmonisan dengan Allah hanya bisa dibangun dengan hati yang benar-benar seperti sudah menyaksikan Allah.

Kajian terkait

Halaman 1


 
Copyright © 2015 saifuddinaman.com All Rights Reserved
Web Development by YOGYAweb