Hubungi Kami

Informasi lengkap anda dapat menghubungi kami melalui

email saifuddinaman@gmail.com
phone 0857 7900 817
bb --------------
 
Rekening Kami
0392 0101 8973 501 (an H SAIFUDDIN AMAN)
0014788608 (an SAIFUDDIN AMAN H)
2281317824 (an H SAIFUDDUN AMAN)
 
Visitor
Flag Counter

Testimoni

Ass wr wb. Ustdz H Saifuddin. Salam kenal, saya H. DR. Banmbang Supriyanto (Doktor Ilmu Hukum). Saya punya bukuyang ustadz tulis: DAHSYATNYA ENERGI SHALAT. Saya beli di Bandara Sukarno-Hatta. Luar biasa buku itu. Menjawab 80 % hal-hal yang terputar-putar di kepala saya. Hal-hal itu menjadi jelas. Saya banyak belajar dari ilmu yang Ustadz tuangkan dalam buku itu. Hal lain, saya tertarik /berminat untuk ikut pelatihan tentang Ajian dan Kesaktian. Bagaimana caranya...?

Senin, 28 Desember 2015
Ass wr wb. Ustdz H Saifuddin. Salam kenal, saya H. DR. Banmbang Supriyanto (Doktor Ilmu Hukum). Saya punya bukuyang ustadz tulis: DAHSYATNYA ENERGI SHALAT. Saya beli di Bandara Sukarno-Hatta. Luar biasa buku itu. Menjawab 80 % hal-hal yang terputar-putar di kepala saya. Hal-hal itu menjadi jelas. Saya banyak belajar dari ilmu yang Ustadz tuangkan dalam buku itu. Hal lain, saya tertarik /berminat untuk ikut pelatihan tentang Ajian dan Kesaktian. Bagaimana caranya...?
Dr. Bambang Supriyanto - Jakarta
Selasa, 20 Oktober 2015
BEBAS DARI HUTANG Seorang direktur keuangan sebuah perusahaan merasa sangat berdosa, karena tidak bisa mengendalikan keuangan perusahaan yang dipipimpin oleh seorang direktur utama yang sangat berkuasa. Dia berkuasa di persusahaan itu, karena dia adalah keponakan pemilik perusahaan yang paling dipercaya. Perusahaan ini sebenarnya berpotensi menjadi perushaan besar di bidangnya. Tetapi karena semua proyek pengadaan barang yang didapat atas nama perusahan beralih menjadi proyek pribadi, maka perusahaan hanya gigit jari. Dan perusahaan tidak mendapatkan apa-apa. Tetapi anehnya, jika proyek pengadaan barang gagal, semua biaya dan pengeluaran produksi ditanggung oleh perusahaan. Tetapi bila proyek berhasil, maka uang masuk ke kantong pribadi, modal perusahaan pun tidak kembali. Tentu, karena pengelolaan yang sesuka hati itu, maka lama-lama perusahaan tersebut terlilit hutang dengan pihak rekanan lain yang selama ini menyuplai dan membantu produksi. Direktur keuangan yang tidak berdaya itu hanya bisa mengelus dada, yang kadang hanya bisa mengeluh kepada karyawan lain yang bukan keluarga pemilik perusahaan. Para karyawan pun tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak berani sedikit pun untuk berkomentar, yang penting bagi mereka adalah selamat masih bisa bekerja menerima gaji bulanan, tidak peduli punya hutang berapa. Pegawai satu yang mengurus keuangan itu tak punya daya secara lahiriah, karena pernah menyampaikan laporan kepada komisaris dan keluarganya, justru dipersalahkan dan bahkan dituduh sebagai biangkeladi mencari gara-gara. Jalan nampak tidak jelas ujungnya, tetapi hidup harus terus berjalan. Kepada karyawan yang tidak ada hubungan keluarga, pegawai yang satu ini hanya minta supaya berdoa, semoga perusahaan masih bisa berjalan. Padahal dia sendiri juga ketakutan, karena pada akhirnya juga ikut menanggung hutang. Sebab walaupun sedikit, dia ikut punya saham. Allah mempertemukan pegawai ini dengan orang yang punya ilmu membangkitkan kekuatan bashirah. Mulailah dia mengamalkan ilmu itu. Dan Subhanallah, di bulan Ramadhan 1433, Allah menunjukkan jalan keluarnya, walau harus dengan bersitegang dan bertengkar hebat dengan direktur utamanya. Berikut di bawah ini adalah kisahnya. Pagi-pagi seseorang yang tidak dikenal memberitahu kepada pegawai bagian keuangan itu. Melalui telepon, dia bercerita bahwa produk perusahaannya dibajak orang, dan orang yang membajak itu sudah diketemukan dan mengadakan persepakatan dengan direktur utama untuk membayar sejumlah uang besar sebagai ganti rugi, dan uang itu sudah ada di tangan pihak lain yang akan segera dicairkan. Singkat cerita, pihak lain yang menyimpan uang itu ditemui oleh pegawai ini dan diminta untuk tidak mencairkan uang tersebut tanpa ada keterangan darinya sebagai pemegang keuangan. Benar, uang tersebut hendak diambil oleh direktur utama, tetapi tidak diberikan karena ada pesan tadi. Maka sang direktur utama itu akhirnya memanggil pegawainya yang memegang keuangan itu. Di ruangan direktur utama, pegawai ini dimarah-marahi dan diberi penjelasan bahwa uang itu tidak ada hubungannya dengan perusahaan. Kok bisa ya ngomong gitu? Sungguh pun dimarahi, dia hanya mengiba, minta supaya uang itu diberikan sebagiannya kepada perusahaan untuk mengurangi beban hutang. Nampaknya direktur utama itu tidak mau, dia ingin uang itu disikat semua entah untuk siapa. Pembicaraan pun alot hingga beberapa hari belum ada kejelasan. Namun akhirnya direktur utama itu mengalokasikan uang tersebut sebagian kecil untuk perusahaan. Dan pegawai itu pun cukup bersyukur, karena akhirnya mau memberikan sebagian kecil kepada perusahaan. Tak apalah yang penting ada. Hari untuk pencairan uang sudah ditentukan. Datanglah direktur utama ke tempat pihak yang memegang uang untuk mencairkannya, dan pegawai itu pun menyusul juga ke sana. Tuhan memberi jalan yang tidak terduga-duga. Di depan direktur utama, pihak ketiga yang memegang uang menyatakan: “Uang ini tidak akan saya berikan kepada Anda, dan uang ini akan saya serahkan kepada orang yang punya piutang kepada Anda.” Sang direktur utama tidak bisa berkata apa-apa, kelu dan hilang angan-angannya untuk mendapatkan uang besar. Dia tidak mendapatkan apa-apa dari niatnya semula. Sang pegawai langsung mengucapkan syukur alhamdulillah walau ada kesan tidak peduli dengan kekecewaan direktur utama, karena tanpa harus berdebat dengan direrktur utama, Allah sudah memberi jalan untuk bisa membayar hutang perusahaan. Sebenarnya uang tersebut masih tidak cukup untuk membayar hutang, masih banyak yang harus dibayar kemudian. Di sini, lagi-lagi Allah memberi jalan keluar. Dengan membayar sejumlah uang tersebut, sisa hutang yang lainnya diputihkan, sang pemilik piutang membebaskan dari semua hutang perusahaan…..
Hamba Allah - Jakarta
Jumat, 16 Oktober 2015
Buku zikir membangkitkan kekuatan bashirahnya bagus pak. sy merekomendasikan kepada teman2 perkumpulan untuk membaca buku ini
Ahmad - Bogor
Jumat, 16 Oktober 2015
Buku terbitan Bpk Saifuddin Aman memang top markotop. sy sudah beli 3 buku. trimakasih pak. sangat menginspirasi
Agung - Jogja
Halaman 1

 
Copyright © 2015 saifuddinaman.com All Rights Reserved
Web Development by YOGYAweb